Tuesday, 21 April 2020

SISTEM PENGHANTARAN TABLET SUSTAINED RELEASE bagian 2


Assalamualaikum Wr. Wb..

Welcome to my Course


Pada kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai sistem penghantaran tablet Sustained Release dimana diharapkan pembaca mampu memahami apa itu tablet Sustained Release dan bagaimana sistem pelepasannya.

 Bahan-bahan yang digunakan untuk matriks sistem pelepasan lambat (sustained release) yaitu:
a.    Matriks lilin meliputi lilin karnauba, fatty alcohol, gliserol palmitostearat, stearil alkohol, aluminium monostearat, dan gliserol monostearat. Bahan ini dapat digunakan sendiri atau kombinasi dengan polimer hidrofilik.
b.  Ion-exhange resins merupakan resin polimerik yang taut silang (crosslinked polymeric resins) yang membentuk kompleks dengan obat- obat yang bermuatan berlawanan.
c.       Polimer yang larut dalam air yang membentuk matriks yang inert meliputi etil selulosa, metilakrilat, metilmetakrilat, dan polivinil asetat.
d.  Polimer yang digunakan dalam formulasi matriks hidrofilik meliputi hidroksipropilmetilselulosa, natrium karboksimetilselulosa, natrium alginat, kitosan, karbomer, dan karagenan.


 

Pelepasan Obat dari Matriks

Kinetika pelepasan obat dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pengembangan polimer, erosi polimer, kelarutan obat atau karakteristik difusi, distribusi obat dalam matriks, perbandingan obat dan polimer dan sistem geometri dari matriks (silinder maupun bulat). Selama mengalami sentuhan dengan cairan (air atau media fisiologis), polimer matriks mengembang dan pelarutan obat dapat terjadi. Seketika setelah konsentrasi pelarut di sekitarnya melebihi ambang batas, ikatan polimerik terlepas sehingga terjadi perubahan polimer dari bentuk seperti kaca ke bentuk seperti karet menghasilkan peningkatan yang besar terhadap mobilitas rantai-rantai polimer sehingga lubang-lubang jaring polimer bertambah besar dan obat tersebut dapat larut dan berdifusi melalui lapisan gel. Secara singkat pelepasan obat dari sistem matriks dapat diamati dari tiga bidang utama yang muncul selama proses penglepasan yaitu bidang yang terkikis, bidang yang mengembang dan bidang yang mengalami difusi.
Obat terdispersi dalam polimer (seperti kaca) dalam sistem pelepasan yang dikontrol oleh pengembangan. Polimer kontak dengan cairan lambung dan mengembang, namun obat belum berdifusi keluar polimer. Setelah medium masuk kedalam polimer yang seperti kaca, temperatur transisi kaca menjadi lebih rendah disebabkan relaksasi dari rantai polimer sehingga obat dapat keluar dari polimer yang seperti karet.
Pengamatan Kinetika Pelepasan Obat yang Lambat (Sustained Release)
            Metode dari pengamatan kinetika pelepasan obat dari suatu formulasi dapat berdasarkan persamaan matematika. Model matematika yang berbeda dapat diaplikasikan untuk mendeksripsikan kinetika proses pelepasan obat. Kinetika pelepasan obat dapat ditentukan dengan menemukan hasil yang sesuai dari data pelepasan obat secara berturut-turut ke dalam plot persamaan model orde nol, orde satu, Higuchi dan Korsmeyer-Peppas.
a.    Orde nol
Disolusi obat dari bentuk sediaan lepas lambat idealnya mengikuti kinetika orde nol yaitu pelepasan obatnya konstan dari awal sampai akhir (Dash, dkk.2010). Orde nol menjelaskan sistem yang mana kecepatan pelepasan obat tidak tergantung kepada konsentrasi. Pelepasan obat yang mengikuti kinetika orde nol terjadi melalui mekanisme erosi.
Qt = Q0+K0t
Keterangan:
Ot = jumlah obat yang terlarut dalam waktu t
Q0 = jumlah obat mula-mula dalam larutan biasanya (Q0=0)
K0 = konstanta pelepasan orde nol
Dalam model ini plot persen obat yang terlepas versus waktu adalah linear.
b.    Orde satu
Orde satu menguraikan sistem yang mana kecepatan pelepasan obat tergantung kepada konsentrasi. Pelepasan obat yang mengikuti kinetika orde satu dapat dinyatakan dalam persamaan:
dC/dt  = -Kc
Keterangan : K adalah konstanta kecepatan orde ke satu (menit-1) Persamaan dapat dibuat menjadi :
Log C = Log Co-Kt/2,303
Persamaan orde satu diperoleh dari plot log persen kumulatif obat terdisolusi versus waktu yang akan memberikan garis lurus dengan slope – K/2,303.
Persamaan orde satu diperoleh dari plot log persen kumulatif terdisolusi versus waktu. Ini dapat digunakan untuk menguraikan disolusi obat dari beberapa sediaan yang dimodifikasi pelepasannya seperti sistem transdermal, tablet matriks dengan obat yang lambat larut dalam bentuk disalut, dan lain-lain.
c.    Model Higuchi
Higuchi menguraikan sistem pelepasan obat dari matriks yang tidak larut dalam air sebagai proses yang tergantung kepada akar waktu berdasarkan persamaan difusi Fickian
Qt = KH.t .½ Keterangan :
Qt          = jumlah obat yang terlepas pada waktu t (mg) KH     = konstanta kecepatan Higuchi (menit)
Data disolusi in vitro di plot sebagai akar waktu versus persen kumulatif obat. Beberapa kondisi percobaan yang mekanisme pelepasan obatnya menyimpang dari persamaan Fickian berarti mengikuti pelepasan non-Fickian.
Pelepasan obat dari matriks bentuk granul meliputi penetrasi secara simultan dari cairan di sekeliling, disolusi obat, pengeluaran obat melalui pori.
d.     Model Korsmeyer-Peppas (Power Law)
Model Korsmeyer-Peppas dapat ditunjukkan melalui persamaan : Mt/M∞ = Ktn
Keterangan :
Mt/M = jumlah obat yang dilepaskan pada waktu t K   = konstanta laju pelepasan
n          = eksponen pelepasan
Data disolusi in vitro di plot sebagai log % kumulatif obat versus log waktu untuk membuat grafik Korsmeyer-Peppas.
Persamaan dapat juga ditulis dalam logaritma yaitu: Log Mt/M = n log t + log k
Kalau ada yang mau ditanyakan atau didiskusikan bisa langsung komentar di bawah ya..terima kasih