Friday, 17 July 2020

TEKNIK GRANULASI

ssalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my Course

Pada kali ini kita akan membahas mengenai sediaan padat farmasi yaitu metode atau teknik granulasi, dimana diharapkan pembaca mampu menjelaskan dan memahami apa itu granulasi, bagaimana prosesnya dan apa saja alat yang digunakan. 




Granulasi merupakan proses penggabungan partikel kecil untuk membentuk ukuran yang semakin besar, massa permanen, partikel tetap dan dapat diidentifikasi. Granulasi ini merupakan tahap / proses sebelum dilakukannya tabletasi. Serbuk bisa saja langsung dikempa/ dicetak menjadi tablt, namun supaya sifat fisiknya menjadi lebih baik maka perlu digranulasi dan tujuannya dapat mempermudah proses pembuatan tablet.
Adapun tujuan dari granulasi itu sendiri :
a.       Untuk meningkatkan ukuran partikel
b.      Memperbaiki sifat alir
c.       Memperbaiki kompressibilitas ( ketika diberi tekanan bisa memadat )
d.      Menjaga homogenitas serbuk
e.       Memperbaiki bentuk dan ukuran partikel leih seragam ( ukuran yang seragam dapat mempermudah pembentukan tablet agar lebih baik )
f.           Permukaan hidrofilik
g.      Menghindari terbentuknya debu
Ada 3 macam teknologi pembuatan tablet :
a.       Granulasi basah (ada proses ayak basah )
b.      Granulasi kering (ada proses slugging)
c.       Kempa /cetak langsung
Pertimbangan yang dapat digunakan supaya tidak salah pilih antara harus menggunakan granulasi basah atau kering dilihat dari preformulasinya atau latar belakang dari bahan-bahan yang digunakan :
a.       Stabilitas meliputi suhu, lembab, oksidasi, cahaya
b.      Aliran (bai atau jelek ) jika aliran baik maka bisa menggunakan kempa langsung / granulasi kering, namun jika alirannya jelek maka mengguunakan granulasi basah
c.       Kempresibilitas ( Non kompresibel, kompresibel tidak mengalir, kompresibel mengalir )
d.      Dosis  ( kecil < 5% dari formula ini disarankan untuk granulasi basah, sedangkan untuk dosis sedang 5%-30% dan besar > 30% bisa menggunakan granulasi kering atau kempa langsung)
  1. Granulasi basah ( dengan menggunakan pelarut)
Merupakan pembentukan massa granul dari campuran serbuk bahan pbat, pengisi , pengikat yang dicampur kering terlebih dahulu kemudian dibuat massa granul dengan pelarut
Pertimbangan pemilihan bahan :
a.       Pelarut : mudah menguap dan tidak beracun, air, etanol, isopropanol
b.      Bahan pengikat : PVP, gelatin, HPMC, amilum
c.       Stabilitas senyawa obat : pemanas – waktu , hidrolisalmbar/air
Prosedur pembuatan tablet menggunakan granulasi basah :
a.       Menhaluskan at aktif dan eksipien
b.      Mencampur serbuk
c.       Membuat larutan pengikat
d.      Granulasi  : mencampur larutan pengikat dengan campuran serbuk sehingga membentuk massa granul dengan menggunakan alat
e.       Mengayak massa granul basah dengan ukuran mesh ( 10-14 mesh)
f.        Mengeringkan granul basah
g.      Mengatak granul kering bisa menggunakan oven ( 16-20 Mesh)
  1. Granulasi kering (pembuatan granul  tidak menggunakan pelarut pengikat )
Biasanya digunakan untuk bahan obat dosis besar yang alirannya jelek, peka terhadap lembab dan panas.
Prosedurnya
a.       Menghaluskan bahan aktif + eksipien
b.      Ditambahkan ½ disintegran- lubrikan
c.        Dicetak menjadi tablet besar
d.      Menggiling dan mengayak disebut prosies slugging menghasilkan slugg . pada saat penggilingan ada proses milling (pengecilan ukuran partikel) dan sizing.
e.       Mencampur lagi dengan ½ disintegran-lubrikan alat yang digunakan yaitu mixer
f.        Tablet dicetak dengan kompaktor
  1. Metode cetk langsung ( merupakan pembuatan tablet tanpa menggunakan granulasi dan memerlukan bahan yang sesuai yang cenderung lebih mahal karena memiliki sifat fisik yang baik untuk dapat dicetak langsung
Keuntungan :
a.       Waktu lebih singkat
b.      Dapat meminimalisir alat, ruangan, waktu  dan  SDM
c.       Meningkatkan waktu hancur
d.      Dapat mengeliminasi panas dan lembab yang terjadi pada granulasi basah dan tekanan tinggi pada granulasi kering
Kekurangan :
a.       Harganya mahal karena memiliki sifat fisik yang baik untuk dcapat dicetak langsung
b.      Ukuran partikel semua bahan harus mirip
c.       Sulit untuk mendistribusikan zat aktif  yang dosisnya kecil,

 Jika masih ada yang mau ditanyakan atau kurang jelas bisa langsung komentar pada kolom komentar di bawah ya teman-teman,,mari berdiskusi....

Wassalamualaikum Wr. Wb.