Welcome to my Course
Pada kali ini kita akan membahas mengenai topik obat tradisional. Diharapkan pembaca mampu memahami dan menjelaskan apa saja sediaan pada obat tradisional
Pada kali ini akan dibahas :
1.
succus
2.
teh herbal
3.
tingtur
Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 006 Tahun 2012 tentang
Industri dan Usaha Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa
bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau
campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk
pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di
masyarakat.
Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 661 Tahun 1994 tentang Persyaratan Obat
Tradisional, obat tradisional terbuat dari campuran berbagai tumbuhan yang
dapat dibuat menjadi bentuk sediaan yang bervariasi, di antaranya adalah: Rajangan,
serbuk, pil, tablet, kapsul, dodol atau jenang, teh, succus, pastiles, sediaan
cair dalam, dan sediaan semi cair luar.
Rajangan adalah
sediaan obat tradisional berupa potongan simplisia, campuran simplisia, atau
campuran simplisia dengan sediaan galenik, yang penggunaannya dilakukan dengan
pendidihan atau penyeduhan dengan air panas. Disimpan dalam wadah tertutup
baik, pada suhu kamar, di tempat kering dan terlindung dari sinar matahari.
Serbuk adalah
sediaan obat tradisional berupa butiran homogen dengan derajat halus yang
cocok, bahan bakunya berupa simplisia, sediaan galenik, atau campurannya.
Pil adalah
sediaan padat obat tradisional berupa masa bulat, bahan bakunya berupa serbuk
simplia, sediaan galenik, atau campurannya.
Dodol atau
jenang adalah sediaan padat obat tradisional, bahan bakunya berupa serbuk
simplisia, sediaan galenik atau campurannya.
Pastiles adalah
sediaan padat obat tradisional berupa lempengan pipih umumnya berbentuk segi
empat, bahan bakunya berupa campuran serbuk simplisia, sediaan galenik, atau
campuran keduanya.
Kapsul adalah
sediaan obat tradisional yang terbungkus cangkang keras atau lunak, bahan
bakunya terbuat dari sediaan galenik dengan atau tanpa bahan tambahan.
Tablet adalah
sediaan obat tradisional padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk
tabung pipih, silindris, atau bentuk lain, kedua permukaannya rata atau
cembung, terbuat dari sediaan galenik dengan atau tanpa bahan tambahan.
Cairan obat
dalam sediaan obat tradisional berupa larutan emulsi atau suspensi dalam air,
bahan bakunya berasal dari serbuk simplisia atau sediaan galenik dan digunakan
sebagai obat dalam.
Istilah teh
atau tea (Inggris) umumnya mengacu pada daun teh (Camellia sinesis) yang
dikeringkan (simplisia teh) dan direbus untuk minuman sehari-hari. Pada
perkembangannya istilah teh mengalami perluasan makna, dari simplisia daun teh
menjadi berbagai jenis simplisia lain yang digunakan untuk pengobatan. Teh obat dibuat dari simplisia tunggal atau
campuran simplisia tumbuhan obat. Teh obat umumnya dikonsumsi hanya dalam
jangka waktu atau tujuan pengobatan tertentu.
Teh obat
sebaiknya dibuat dari simplisia tunggal atau campuran simplisia yang terdiri
dari 4-7 macam simplisia. Contoh berbagai teh obat dan penggunaannya dapat
dilihat sebagai berikut.
a. Teh daun
mint (Peppermint tea), digunakan untuk gangguan pencernaan seperti perut
kembung atau rasa penuh di perut serta gangguan pencernaan yang terkait dengan
saluran empedu.
b. Teh daun
sena (Senna tea), digunakan untuk meningkatkan pergerakan isi perut dengan
kekuatan sedang. Umumnya digunakan untuk pasien yang susah buang air besar
(konstipasi) seperti pasien hemoroid atau pasien yang telah menjalani operasi
usus besar.
c. Teh herba
timi (Thymi tea); dibuat dari herba Thymus vulgaris, digunakan untuk
pengobatan batuk kering (tanpa dahak).
Teh buah adas (Fennel
seed tea), digunakan untuk perut kembung atau rasa penuh di perut.
e. Teh buah
ketumbar (Coriander tea), digunakan untuk perut kembung atau rasa penuh di
perut dan mengembalikan nafsu makan.
f. Teh kayu
manis (Cinnamon tea), dibuat dari kulit kayu manis dan digunakan untuk perut
kembung dan mengembalikan nafsu makan. Jika digunakan dalam bentuk campuran
teh, teh kayu manis mampu memperbaiki rasa dan aroma teh campuran tersebut.
g. Teh valeria (Valerian tea), dibuat dari akar
Valeriana officinalis dan digunakan untuk mengurangi kecemasan, gangguan
istirahat serta susah tidur.
h. Teh jahe (Ginger
tea); dibuat dari rimpang jahe dan digunakan untuk perut kembung, mengembalikan
nafsu makan, dan mabuk perjalanan (motion sickness).
Mari berdiskusi ramuan atau formula obat tradisional dari daerah anda masing-masing beserta indikasinya dengan komentar di bawah ya..
