Thursday, 7 May 2020

PENCAMPURAN

Assalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my Course

Pada kali ini kita akan membahas mengenai sediaan padat farmasi yaitu pencampuran, dimana diharapkan pembaca mampu menjelaskan dan memahami apa itu pencampuran, bagaimana prosesnya dan apa saja alat yang digunakan. 


PENCAMPURAN





Pencampuran digunakan untuk menghasilkan distribusi dari dua atau lebih bahan bercampur serata mungkin atau homogen. Pencampuran pada zat padat misalnya serbuk atau granul dilakukan dengan kombinasi satu atau lebih bahan padat. Mekanisme pencampuran bahan padat meliputi pencampuran konvektif, pencampuran shear dan pencampuran difusiv. Suatu pencampuran bahan padat dalam skala industri dilakukan dengan menggunakan alat pencampur ribbon, V, kerucut ganda dan kubus.

Pada industri, mesin merupakan peralatan yang digunakan sangatlah penting dimana mesin-mesin tersebut menentukan kualitas dan efisiensi suatu industri. Untuk dapat bersaing dalam pemasaran produk, dan untuk dapat memperoleh keuntungan yang layak, industri harus bekerja secara efekif dan efisien. Cara kerja demikian hanya dapat dicapai bila industri tersebut didukung oleh sistem manajemen yang baik dan juga bantuan mesin dan alat penunjang produksi yang tepat.

Pencampuran merupakan suatu proses yang penting dilakukan dalam proses produksi di industri, bahkan mesin pencampur ditemukan di hampir semua industri pengolahan pangan maupun non pangan mulai dari pencampuran yang sederhana sampai pencampuran yang rumit seperti pada industri farmasi. Mesin pencampur dapat digolongkan dalam kategori mesin pengolah dalam suatu industri yang menunjang proses pengolahan bahan menjadi produk.
Tujuan proses pencampuran adalah menggabungkan bahan menjadi suatu campuran yang sedapat mungkin memiliki kesamaan penyebaran yang sempurna atau homogen. Berhubung secara fisik bahan-bahan yang ada di alam tersedia dalam berbagai bentuk fasa, maka secara teoritis banyak sekali variasi pencampuran bahan yang mungkin timbul. Karena adanya kesamaan dalam beberapa hal maka secara sederhana berbagai jenis pencampuran bahan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: pengadukan pada bahan cair termasuk suspensi bahan padat didalamnya, pencampuran bahan bersifat viskous dan pencampuran bahan partikel padat. Dalam artikel ini difokuskan pada pencampuran bahan padat.
Tahapan pencampuran termasuk kedalam proses yang diperlukan dalam proses pembuatan sediaan farmasi atau obat. Proses pencampuran digunakan untuk menghasilkan distribusi dari dua atau lebih bahan, sehomogen mungkin. Proses utama pada pencampuran adalah penyisipan antar partikel jenis yang satu diantara partikel jenis yang lain (atau beberapa jenis bahan yang lain).
Jika tidak ada perbedaan homogenitas di setiap lokasi (biasanya bagian atas , tengah, dan bawah) dalam pencampur, maka diperoleh apa yang disebut homogenitas stokhastis (pencampuran random, homogenitas campuran secara kebetulan). Tingkat pencampuran umumnya, tergantung dari lamanya waktu pencampuran. Tapi, pada proses pencampuran yang lama juga tidak menjamin tercapainya homogenitas yang ideal, karena proses pencampuran dan pemisahan akan saling bersaing mendominasi sehingga dibutuhkan lama pencampuran yang optimum.
Pada proses pencampuran granul atau serbuk besar kecilnya partikel dan distribusi ukuran partikel penting karena sangat menetukan besarnya gaya, gravitasi, dan inersial yang dapat menyebabkan gerakan relatif antar partikel terhadap gaya permukaan yang menahan gerakan tersebut. Karena akibat gaya antarpartikel yang tinggi, jika dibandingkan dengan gaya gravitasi, hanya sedikit serbuk yang ukuran partikelnya kurang dari 10 mikron yang dapat mengalir bebas. Kerapatan partikel, elastisitas, keadaan permukaan, dan bentuk juga memberikan pengaruh pada sifat-sifat  serbuk. Dari semua ini, bentuk partikel merupakan variabel yang paling sulit untuk digambarkan, dan biasanya dinyatakan dengan kuantitas skalar yang dikenal dengan faktor bentuk.
Pada proses pembuatan suatu produk yang siap untuk diperjualkan dan pada proses produk setengah jadi, seringkali granul atau serbuk harus dicampurkan dengan sejumlah kecil cairan. Hal ini dapat terbentuk padatan yang lembab atau campuran yang sangat kental seperti pasta atau adonan. Seringkali kita juga harus menambahkan cairan ke dalam pasta, adonan atau massa yang plastis tersebut. Contoh :
a.Mencampur serbuk dengan cairan untuk membuat butiran-butiran (granulat)
b.Mencampur pasta pada proses produksi sediaan farmasi dan kosmetik dengan bahan-bahan aktif.
c.Mencampur masa sintetik yang plastis dengan bahan pelunak, stabilisator, bahan pewarna.

Peralatan yang biasa digunakan dalam pencampuran yaitu :
1.    Pencampur V
Mixer tipe V merupakan salah satu jenis mixer yang biasa dipakai dalam proses pencampuran solid-solid karena memiliki beberapa keuntungan antara lain bentuk sederhana, mudah dibersihkan, dan memiliki kapasitas besar. Faktor- faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pencampuran adalah kecepatan putar mixer, lamanya pencampuran dan besar kecilnya partikel.
2.  Pencampur ribbon
Ribbon mixers adalah alat pencampuran industri. Pada dasarnya terdiri dari palung berbentuk casing dengan bawah berbentuk setengah lingkaran, dipasang dengan horisontal longitudinal batang yang sudah terpasang pada lengan.
2.    Pencampur kerucut ganda
Alat pencampuran ini terdiri dari dua kerucut yang berputar pada porosnya. Tapi pencampuran tipe kerucut ganda ini memerlukan energi dan tenaga yang lebih besar. Makanya, diperhatikan yah pembaca jangan sampai energi yang dikonsumsi diubah menjadi energi panas yang menyebabkan meningkatnya temperatur dari produk. Jenis alat pencampur adonan ini kadang-kadang harus dilengkapi dengan alat pendingin
Alat pencampur granula yang umum ditemui adalah kneader yang berbentuk sigmoid yang berputar di dalam satu “can” atau “vessel” dengan berbagai kecepatan. Prinsip dari alat ini adalah disamping mencampur juga membuat adonan yaitu membagi, mematahkan, dan selalu membuat luas permukaan yang baru sesering mungkin terhadap adonan.


Mari berdiskusi dengan komentar di bawah ya..