Assalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my CoursePada kali ini kita akan membahas mengenai sediaan padat farmasi yaitu tablet, dimana diharapkan pembaca mampu menjelaskan dan memahami apa itu tablet, macam dan komposisi pembuatnya atau yang biasa disebut dengan formula.
TABLET
Tablet adalah bentuk sediaan padat yang terdiri dari satu atau lebih bahan obat yang dibuat dengan cara pengempaan. Tablet tersusun oleh bahan aktif dan bahan tambahan. Pada proses pembuatan tablet, bahan-bahan tersebut akan mengalami beberapa rangkaian proses tergantung dari metode pembuatan yang digunakan. Metode pembuatan tablet ada dua macam yaitu kempa langsung dan granulasi. Proses granulasi sendiri ada dua macam yaitu granulasi basah dan granulasi kering.
Saat ini di masyarakat beredar beberapa jenis tablet. Adapun jenis-jenis tablet tersebut di antaranya adalah :
1. Tablet bukal dan sublingual
Tablet bukal adalah tablet yang digunakan dengan cara meletakkan tablet tersebut di antara pipi dan gusi. Sedangkan tablet sublingual adalah tablet yang digunakan dengan meletakkan tablet tersebut di bawah lidah. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh sifat beberapa bahan aktif yang mudah larut dalam cairan mulut seperti nitrogliserin dan hormon steroid.
2. Tablet efervesen
Penggunaan tablet ini adalah dengan melarutkannya terlebih dahulu dalam air. Pada saat dilarutkan akan dihasilkan gas karbondioksida yang merupakan hasil reaksi antara kandungan asam dan basa yang ada di dalamnya. Oleh karena itu pula maka saat penyimpanan tablet ini harus disimpan dalam wadah yang rapat dan tahan lembab untuk mencegah kedua bahan tersebut bereaksi.
3. Tablet kunyah
Tablet ini ketika digunakan harus dikunyah terlebih dahulu. Jenis ini biasanya banyak digunakan untuk bahan aktif yang ditujukan bagi anak-anak seperti multivitamin. Selain itu ada juga yang ditujukan untuk jenis sediaan antasida dan beberapa antibiotik. Dalam formulasinya maka sediaan ini mengandung pemanis sehingga saat dikunyah memberikan rasa enak di mulut.
4. Tablet multilapis (multilayered)
Tablet ini memiliki 2 atau 3 lapisan obat dalam satu tablet. Jenis tablet ini banyak digunakan untuk membuat tablet salut kempa bagi pengobatan di daerah kolon.
5. Tablet vaginal
Tablet ini digunakan dengan memasukkannya ke dalam vaginal. Pelepasan obatnya biasanya lambat selama 20 sampai 30 menit yang biasanya digunakan untuk terapi infeksi atau penggantian hormon.
6. Tablet hancur cepat (fast-disintegrating)
Tablet ini akan hancur dengan cepat ketika dilarutkan dalam air. Kondisi ini akan memudahkan bagi pasien anak-anak atau orang tua yang membutuhkan pengobatan dalam dosis rendah.
7. Tablet hisap (Lozenges)
Tablet ini akan melarut secara perlahan-lahan di dalam mulut. Kondisi ini akan memudahkan dalam menelan obat dan sekaligus dapat mengendalikan kecepatan pelepasan obat.
Komposisi Tablet
Tablet terdiri atas bahan aktif berkhasiat dan bahan lainnya yang disebut dengan bahan tambahan atau eksipien. Jenis dan fungsi dari bahan tambahan tersebut ada berbagai macam yaitu:
1. Pengisi
Bahan bersifat inert yang ditambahkan ke dalam formula tablet untuk penyesuaian berat akhir tablet. Contoh bahan adalah laktosa.
2. Pengikat (binders)
Bahan ini akan meningkatkan daya lekat antar partikel dalam formula tablet sehingga dalam proses pengempaan akan membentuk masa yang mampat. Contoh bahan misalnya mucillago amyli dan solutio gelatin.
3. Penghancur (disintegrant)
Bahan ini bertugas untuk membantu hancurnya tablet setelah ditelan oleh pasien. Penambahannya dapat dilakukan dengan dimasukkan dalam masa granul atau di luar granul atau dibagi dua sehingga ada yang ikut digranul dan ada yang tidak. Contoh bahan ini adalah amilum kering.
4. Pelicin
Bahan ini digunakan untuk mengurangi gesekan antar partikel. Ada tiga jenis dari bahan ini yaitu glidant (membantu mengalirnya campuran bahan ketika dalam hopper atau corong alimentasi) dan lubricant (mencegah gesekan antara tablet dengan dinding die ketika dikempa dan gesekan antara dinding die dengan dinding punch). Contoh bahan ini antara lain talk, magnesium stearat.
5. Pendapar
Bahan ini ditambahkan untuk menjaga stabilitas atau menetralkan bahan aktif yang ada dalam tablet. Bahan ini misalnya ditambahkan pada sediaan children buffered aspirin chewable tablet.
6. Pemanis
Bahan ini sangat diperlukan dalam formulasi tablet kunyah. Dengan adanya bahan ini maka akan memberikan rasa manis di mulut. Contoh bahannya adalah sukrosa dan manitol.
7. Pembasah
Bahan ini ditambahkan untuk meningkatkan kelarutan bahan yang bersifat hidrofobik. Penambahannya bisa dengan dimasukkan ke dalam cairan penyalut atau berupa serbuk yang ikut digranul. Contoh bahannya adalah natrium lauril sulfat.
8. Penyalut
Bahan penyalut ditambahkan untuk memperoleh tablet salut lapis tipis atau salut gula atau salut enterik.
9. Pembentuk matriks
Bahan yang ditambahkan untuk membantu mengatur pelepasan bahan aktif.
10. Pewarna
Bahan pewarna ditambahkan untuk tujuan estetika sediaan, memudahkan dalam identifikasi produk atau membantu dalam proses pencampuran.

No comments:
Post a Comment