Wednesday, 26 February 2020

SEDIAAN OBAT TRADISIONAL

Assalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my Course

Pada kali ini kita akan membahas mengenai topik obat tradisional. Diharapkan pembaca mampu memahami dan menjelaskan apa saja sediaan pada obat tradisional
Pada kali ini akan dibahas :
1.    succus
2.    teh herbal
3.    tingtur


Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 006 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 661 Tahun 1994 tentang Persyaratan Obat Tradisional, obat tradisional terbuat dari campuran berbagai tumbuhan yang dapat dibuat menjadi bentuk sediaan yang bervariasi, di antaranya adalah: Rajangan, serbuk, pil, tablet, kapsul, dodol atau jenang, teh, succus, pastiles, sediaan cair dalam, dan sediaan semi cair luar.

Rajangan adalah sediaan obat tradisional berupa potongan simplisia, campuran simplisia, atau campuran simplisia dengan sediaan galenik, yang penggunaannya dilakukan dengan pendidihan atau penyeduhan dengan air panas. Disimpan dalam wadah tertutup baik, pada suhu kamar, di tempat kering dan terlindung dari sinar matahari.
Serbuk adalah sediaan obat tradisional berupa butiran homogen dengan derajat halus yang cocok, bahan bakunya berupa simplisia, sediaan galenik, atau campurannya.
Pil adalah sediaan padat obat tradisional berupa masa bulat, bahan bakunya berupa serbuk simplia, sediaan galenik, atau campurannya.
Dodol atau jenang adalah sediaan padat obat tradisional, bahan bakunya berupa serbuk simplisia, sediaan galenik atau campurannya.
Pastiles adalah sediaan padat obat tradisional berupa lempengan pipih umumnya berbentuk segi empat, bahan bakunya berupa campuran serbuk simplisia, sediaan galenik, atau campuran keduanya.
Kapsul adalah sediaan obat tradisional yang terbungkus cangkang keras atau lunak, bahan bakunya terbuat dari sediaan galenik dengan atau tanpa bahan tambahan.
Tablet adalah sediaan obat tradisional padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung pipih, silindris, atau bentuk lain, kedua permukaannya rata atau cembung, terbuat dari sediaan galenik dengan atau tanpa bahan tambahan.
Cairan obat dalam sediaan obat tradisional berupa larutan emulsi atau suspensi dalam air, bahan bakunya berasal dari serbuk simplisia atau sediaan galenik dan digunakan sebagai obat dalam.
Istilah teh atau tea (Inggris) umumnya mengacu pada daun teh (Camellia sinesis) yang dikeringkan (simplisia teh) dan direbus untuk minuman sehari-hari. Pada perkembangannya istilah teh mengalami perluasan makna, dari simplisia daun teh menjadi berbagai jenis simplisia lain yang digunakan untuk pengobatan.  Teh obat dibuat dari simplisia tunggal atau campuran simplisia tumbuhan obat. Teh obat umumnya dikonsumsi hanya dalam jangka waktu atau tujuan pengobatan tertentu.
Teh obat sebaiknya dibuat dari simplisia tunggal atau campuran simplisia yang terdiri dari 4-7 macam simplisia. Contoh berbagai teh obat dan penggunaannya dapat dilihat sebagai berikut.
a. Teh daun mint (Peppermint tea), digunakan untuk gangguan pencernaan seperti perut kembung atau rasa penuh di perut serta gangguan pencernaan yang terkait dengan saluran empedu.
b. Teh daun sena (Senna tea), digunakan untuk meningkatkan pergerakan isi perut dengan kekuatan sedang. Umumnya digunakan untuk pasien yang susah buang air besar (konstipasi) seperti pasien hemoroid atau pasien yang telah menjalani operasi usus besar.
c. Teh herba timi (Thymi tea); dibuat dari herba Thymus vulgaris, digunakan untuk pengobatan batuk kering (tanpa dahak).
Teh buah adas (Fennel seed tea), digunakan untuk perut kembung atau rasa penuh di perut.
e. Teh buah ketumbar (Coriander tea), digunakan untuk perut kembung atau rasa penuh di perut dan mengembalikan nafsu makan.
f. Teh kayu manis (Cinnamon tea), dibuat dari kulit kayu manis dan digunakan untuk perut kembung dan mengembalikan nafsu makan. Jika digunakan dalam bentuk campuran teh, teh kayu manis mampu memperbaiki rasa dan aroma teh campuran tersebut.
g. Teh valeria (Valerian tea), dibuat dari akar Valeriana officinalis dan digunakan untuk mengurangi kecemasan, gangguan istirahat serta susah tidur.
h. Teh jahe (Ginger tea); dibuat dari rimpang jahe dan digunakan untuk perut kembung, mengembalikan nafsu makan, dan mabuk perjalanan (motion sickness).


Mari berdiskusi ramuan atau formula obat tradisional dari daerah anda masing-masing beserta indikasinya dengan komentar di bawah ya..

Tuesday, 25 February 2020

METODE GRANULASI

Assalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my Course

Pada kali ini kita akan membahas mengenai topik granulasi pada teknologi formulasi sediaan padat. Diharapkan pembaca mampu memahami metode granulasi pada teknologi formulasi sediaan padat
Pada kali ini akan dibahas :
Apa itu granul dan granulasi, Bagaiman metide pembuatan granul, Metode pembuatan tablet: cetak langsung, granulasi basah dan granulasi kering beserta peralatannya

Kalian sudah ada yang tahu atau pernah mendengar granul atau granulasi? lalu mengapa semua bahan farmasi harus dibuat granul terlebih dahulu sebelum di cetak atau dikempa menjadi tablet atau kaplet? Mari kita membahasnya bersama-sama pada artikel kali ini...


Umumnya serbuk tidak dapat dikempa langsung menjadi tablet karena pada serbuk biasanya terdapat karakteristik dan sifat-sifat berikut yang menyebabkan serbuk tersebut tidak dapat dikempa langsung menjadi tablet, yaitu:
a. Serbuk kurang memiliki karakteristik ikatan atau lekatan (kohesif dan adhesif) yang baik secara bersama-sama menjadi kesatuan padatan yang kompak.
b. Serbuk biasanya tidak memiliki sifat lubrikasi dan disintegrasi yang dipersyaratkan untuk dicetak menjadi tablet.
c. Serbuk pada umumnya tidak atau kurang memiliki sifat mengalir bebas.

Selanjutnya yang dimaksud dengan granulasi serbuk adalah suatu proses membesarkan ukuran partikel kecil yang dicampur bersama-sama menjadi gumpalan yang lebih besar, lebih kuat, dan partikel masih teridentifikasi dan membuat gumpalan tersebut mengalir bebas.
Tujuan granulasi suatu serbuk adalah sebagai berikut:
a. Membuat bahan mengalir bebas
b. Memadatkan bahan
c. Membuat campuran menjadi lebih homogen
d. Memperbaiki karakteristik pengempaan bahan aktif
e. Mengendalikan laju pelepasan bahan aktif
f. Memberi kemudahan pengukuran atau dispersing voleme
g. Mengurangi debu
h. Memperbaiki penampilan tablet

Metode granulasi sendiri dapat dibedakan menjadi 3 metode yaitu metode granulasi basah, metode granulasi kering, dan metode kempa langsung atau cetak langsung.Tiap-tiap metoda tersebut mempunyai keuntungan dan keterbatasan. Namun demikian, terdapat cara yang sama pada ketiga metoda tersebut yaitu pada dua tahap pertama ketika melakukan penghalusan dan pencampuran komponen formulasi bersifat identik. Selanjutnya, proses pembuatan tablet pada tahap-tahap berikutnya akan berbeda Bagaimana proses dan perbedaan dari ketiga metode granulasi tersebut? mari kita bahas bersama ya..


Mari berdiskusi metode granulasi mana yang paling sederhana dan efisien menurut kalian dengan komentar di bawah ya..

Saturday, 22 February 2020

BANGUNAN DAN SARANA PENUNJANG DALAM CPOB

Assalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my Course

Pada pertemuan ini kita akan membahas mengenai topik bangunan dan sarana penunjang dimana diharapkan pembaca mampu menjelaskan bangunan dan sarana penunjang dalam CPOB 
Pada kali ini akan dibahas :
  1. Aspek Umum bangunan dan fasilitas
  2. Prinsip
  3. Pembagian zona dalam industri
  4. Sarana penunjang




PRINSIP

Letak bangunan harus terhindar dari pencemaran lingkungan seperti pengaruh cuaca, banjir, rembesan dari tanah serta masuk dan bersarangnya serangga harus dirawat dengan tepat agar memperoleh perlindungan maksimal terhadap personil dan bahan-bahan pembuat obat.

Bangunan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki ukuran, rancang bangun, konstruksi serta letak yang memadai sehingga memudahkan dalam pelaksanaan kerja, pembersihan dan pemeliharaan yang baik, sehingga setiap resiko terjadinya kekeliruan, pencemaran silang dan berbagai kesalahan lain yang dapat menurunkan mutu oba dapat dihindarkan dan dikendalikan
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA RUANG INDUSTRI FARMASI
1. Kompatibilitas dengan kegiatan produksi lain yang mungkin dilakukan di dalam sarana yang sama atau sarana yang berdampingan.

2. Permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung.
3. Pipa saluran udara, listrik dipasang diatas langit-langit.
4. Lampu penerangan harus dipasang rata dengan langit-langit.
5. Tahan terhadap bahan pembersih.

6. Pencegahan area produksi dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas umum bagi personil dan bahan atau produk, atau sebagai tempat penyimpanan bahan atau produk selain yang sedang diproses.
Pada pembuatan sediaan obat farmasi industry bangunan terbagi dalam beberapa zona:
a.      Zona putih
·      Kelas 1 atau kelas 100
Tempat produksi sediaan steril yang aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
·           Kelas 1 atau kelas 100
Tempat produksi sediaan steril yang aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
·           Kelas 2 atau kelas 10.000
Tempat produksi sediaan steril yang non aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 10.000 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit.
b.      Zona abu – abu
·           Kelas 3 atau kelas 100.000
Tempat produksi sediaan steril yang non steril. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100.000 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
c.      Zona Hitam
·           Kelas 4 atau kelas >100.000

Tempat produksi sediaan steril yang non produksi seperti kantor, kantin gudang, dan bengkel. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100.000 partikel yang berukuran 0,5 µm.



Mari berdiskusi dengan komentar di bawah ya..