Welcome to my Course
Pada kali ini kita akan membahas mengenai topik granulasi pada teknologi formulasi sediaan padat. Diharapkan pembaca mampu memahami metode granulasi pada teknologi formulasi sediaan padat
Pada kali ini akan dibahas :
Apa itu granul dan granulasi, Bagaiman metide pembuatan granul, Metode pembuatan tablet: cetak langsung, granulasi basah dan granulasi kering beserta peralatannya
Kalian sudah ada yang tahu atau pernah mendengar granul atau granulasi? lalu mengapa semua bahan farmasi harus dibuat granul terlebih dahulu sebelum di cetak atau dikempa menjadi tablet atau kaplet? Mari kita membahasnya bersama-sama pada artikel kali ini...
Apa itu granul dan granulasi, Bagaiman metide pembuatan granul, Metode pembuatan tablet: cetak langsung, granulasi basah dan granulasi kering beserta peralatannya
Kalian sudah ada yang tahu atau pernah mendengar granul atau granulasi? lalu mengapa semua bahan farmasi harus dibuat granul terlebih dahulu sebelum di cetak atau dikempa menjadi tablet atau kaplet? Mari kita membahasnya bersama-sama pada artikel kali ini...
Umumnya serbuk tidak dapat dikempa langsung menjadi tablet karena pada serbuk biasanya terdapat karakteristik dan sifat-sifat berikut yang menyebabkan serbuk tersebut tidak dapat dikempa langsung menjadi tablet, yaitu:
a. Serbuk kurang memiliki karakteristik ikatan atau
lekatan (kohesif dan adhesif) yang baik secara bersama-sama menjadi kesatuan
padatan yang kompak.
b. Serbuk biasanya tidak memiliki sifat lubrikasi dan
disintegrasi yang dipersyaratkan untuk dicetak menjadi tablet.
c.
Serbuk pada umumnya tidak atau kurang memiliki sifat mengalir bebas.
Selanjutnya
yang dimaksud dengan granulasi serbuk adalah suatu proses membesarkan ukuran
partikel kecil yang dicampur bersama-sama menjadi gumpalan yang lebih besar,
lebih kuat, dan partikel masih teridentifikasi dan membuat gumpalan tersebut
mengalir bebas.
Tujuan
granulasi suatu serbuk adalah sebagai berikut:
a.
Membuat bahan mengalir bebas
b.
Memadatkan bahan
c.
Membuat campuran menjadi lebih homogen
d.
Memperbaiki karakteristik pengempaan bahan aktif
e.
Mengendalikan laju pelepasan bahan aktif
f.
Memberi kemudahan pengukuran atau dispersing voleme
g.
Mengurangi debu
h. Memperbaiki penampilan tablet
h. Memperbaiki penampilan tablet
Metode granulasi sendiri dapat dibedakan menjadi 3 metode yaitu metode granulasi basah, metode granulasi kering, dan metode kempa langsung atau cetak langsung.Tiap-tiap metoda tersebut mempunyai keuntungan dan keterbatasan. Namun demikian, terdapat cara yang sama pada ketiga metoda tersebut yaitu pada dua tahap pertama ketika melakukan penghalusan dan pencampuran komponen formulasi bersifat identik. Selanjutnya, proses pembuatan tablet pada tahap-tahap berikutnya akan berbeda Bagaimana proses dan perbedaan dari ketiga metode granulasi tersebut? mari kita bahas bersama ya..
Mari berdiskusi metode granulasi mana yang paling sederhana dan efisien menurut kalian dengan komentar di bawah ya..

Godong sere
ReplyDeleteSuket rondo mopol
Daun insulin
Sereh
Digunakan untuk jamu penurun kolesterol
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMenurut saya, baik granulasi kreing ataupun basah memiliki hasil tablet dengan sifat fisik dan kriteria masing" tablet yg baik, namun pada granulasi kering dengan metode kempa langsung lebih efisien dikarenakan tablet yg dihasilkan memiliki waktu hancur yg relatif cepat.terimakasih
ReplyDeleteMenurut saya, granulasi basah yaitu mencampur zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dengan jumlah besar dan diperoleh masa lembab, sedangkan granulasi kering yaitu mencampurkan zak aktif dan bahan dalam keadaan kering, untuk kemudian di kempa kembali untuk mendapatkan tablet yang memenuhi syarat, prinsipnya membuat granul yang baik dengan cara mekanis, tanpa pengikat dan pelarut. Dan yg lebih efisien yaitu granulasi kering. Terimakasih
ReplyDeleteMenurut saya yang sering dipakai pada pembuatan tablet adalah granulasi kering karena:
ReplyDeletegranulasi basah : tablet dapat dibentuk dengan mengikat serbuk dengan suatu pengikat yang tergantung pada suatu melarutkan,sedangkan granulasi kering dengan menggunakan cara yang tepat pada tabletasi zat-zat peka suhu atau bahan obat yang tidak stabil dengan adanya air.. terimakasih
menurut saya , setiap metode punya kekurangan dan keunggulannya masing². setiap bahan aktif obat memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. dan metode² tadi digunakan dgn disesuaikan sifat dan karakteristiknya, agar dapat menghasilkan tablet yang baik. metode granulasi kering lebih efisien, metode ini menghasilkan tablet yg lebih stabil dan waktu hancur yg baik.Terima kasih .
ReplyDeleteMenutur saya granulasi kering karena proses pembuatan tablet dengan cara mencampurkan zat aktif dan bahan dalam keadaan kering, untuk kemudian dikempa, lalu dihancurkan menjadi partikel yang lebih besar, lalu dikempa kembali untuk mendapatkan tablet yang memenuhi persyaratan. prinsipnya membuat granul yang baik dengan cara mekanis, tanpa pengikat dan pelarut. metode ini boleh digunakan apabila :
ReplyDeletezat aktif memiliki sifat aliran yang buruk (tidak amorf)
zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab
kandungan zat aktif dalam tablet tinggi
Keuntungan granulasi kering :
- peralatan lebih sedikit dibanding granulasi basah
- cocok digunakan pada zat aktif tidak tahan panas dan lembab
- tahap pengerjaan tidak terlalu lama
- biaya lebih efisien dibanding granulasi basah
- mempercepat waktu hancur obat dalam tubuh karna tidak menggunakan pengikat
Kerugian/kekurangan granulasi kering :
- memerlukan mesin tablet khusus untuk slug
- tidak dapat mendistribusikan zat warna dengan seragam
- proses banyak menghasilkan debu, sehingga rentan terhadap kontaminasi silang
Menurut saya, granulasi kering dan granulasi basah dapat memberikan perbedaan yang signifikan terhadap stabilitas zat aktif.
ReplyDeletePada penggunaan metode granulasi kering menghasilkan tablet
yang memiliki stabilitas lebih baik daripada tablet metode granulasi basah.
Metode granulasi merupakan proses penggabungan partikel-partikel kecil dan membentuk ukuran yang lebih besar, memiliki massa yang permanen namun pertikelnya tetap dapat diidentifikasi.
ReplyDeleteSetiap bahan tablet tentunya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga untuk metode granulasi yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik bahan tersebut.