Tuesday, 6 October 2020

PRAKTIKUM SUSPENSI PART3

 

III.Rancangan Penentuan Formula dan Proses Pembuatan

Dibuat dalam 3 fls @ 60 mlDalam tiap 5 mL mengandung :

 

No

 

Nama Bahan

 

Jumlah

Untuk Volume 5ml

Untuk Volume 60ml

 

Fungsi

1

Kaolin

700 mg

700 mg

7 g

Zat aktif

2

Pektin

66 mg

66 mg

0,66 g

Zat Aktif

3

Sirup Simplek

10 %

0,5 ml

6 ml

Pemanis

4

Sorbitol

 

30 %

1,5 ml

18 ml

Pemanis / Caplocking

5

Na. CMC

1 %

0,05 g

0,6 g

Suspending Agent

6

Metil Paraben

0,25 %

0,0125

0,15 g

Pengawet

7

Natrium Sitrat

2 %

0,1 g

1,2 g

Dapar

8

Asam Sitrat

2 %

0,1 g

1,2 g

Dapar, acidifier

9

Vanili

Qs

Qs

Qs

Pengaroma

1o

Aq.det

Ad 5 ml

Ad 5 ml

Ad 60

Pembawa

 

Alasan Pemilihan Formula

Alasan pembuatan bentuk suspensi dikarenakan kedua zat aktif tidak laru dalam air dan etanol sehingga tidak dapat dibuat dalam bentuk larutan atau eliksir serta sediaan yang ada dipasaran berupa suspensi. Pada sediaan ini memudahkan bila diberikan kepada pasien anak-anak sesuai dengan dosis yang diperlukan. Sediaan suspensi ini diharapkan dapat diminati oleh penggunanya, mengingat memiliki rasa dan aroma yang enak, bentuk dan warna yang menarik.

Suspensi memiliki rentang  pada pH 6-8 oleh karena itu perlu ditambah dapar dengan menggunakan zat dapar sitrat. Sirupus simplek dikombinasikan dengan sorbitol, karena selain menambah rasa manis, sorbitol juga dapat berfungsi sebagai caplocking.

 

Keterangan Perhitungan :

Tiap 15 ml mengandung

Kaolin                                     =         

Pektin                                      =         

Sirup Simplek                        =          

Sorbitol                                  =           

Na. CMC                               =           

Asam Sitrat                           =           

Natrium Sitrat                       =           

Metil Paraben                        =           

 

Pembuatan Sirupus Simplex :

Sakarosa/ Gula pasir                           65 gram

Aq.destad                                           100 ml

Cara : 65 gram sukrosa dilarutkan dalam air panas hingga diperoleh 100 ml larutan.

 

 

 

Proses pembuatan sediaan :

a.Masing-masing zatditimbang dengan seksama.

 b. Na.CMC dikembangkan dengan cara menaburkan Na-CMC secara perlahan- lahan dan sedikit demi sedikit ke dalam mortir yang telah diisi air  panas. Setelah semua serbuk Na-CMC terbasahi, lalu aduk dengan cepat.

c. Kaolin dan pektindigerus hingga homogen.

d. Lalu dimasukan kedalam suspending agent  yang telah dikembangkan.

e.Metil parabendilarutkan dalam air panas.

f.Asam sitrat dan Na.sitrat dilarutkan dalam aqua dest.

g. Sirup simplek,sorbitol, larutan pengawet, zat warna,ditambahkan dan diaduk sampai homogen. Tambahkan aq. dest hingga volume yang diinginkan.

h.Suspensi dimasukan ke dalam botol yang telah di cuci, dikeringkan dan diantara 60 ml.

IV.Rancangan Pembungkusan dan Penandaan

1.Wadah

Suspensi dimasukkan ke dalam botol coklat.

2.Kemasan

Di dalam kemasan dilengkapi dengan brosur.Pada kemasan sekunder (dus) tertera :

-          Nama Produk                                            -           Cara Penyimpanan

-          -Isi Bersih                                                  -           Komposisi

-          -Logo Golongan Obat                               -           Efek Samping

-          -Cara Kerja Obat                                      -           No. Registrasi 

-          -Indikasi-Dosis                                          -           Kadaluarsa

-          Kontra Indikasi                                         -           No. BatchTanggal Produksi

-          Label Kocok Dahulu                                 -           Barcode-Label peringatan

-          Harus Dengan Resep Dokter                    -           Nama dan alamat pabrik

 3.Brosur 

Di dalam kemasan terdapat brosur yang memuat keterangan yang lebih lengkap dari sediaan yang dibuat, meliputi :

a.Nama produk                                               k. No. Batch

b.Komposisi                                                    l. Tanggal Produksi

c.Tinjauan Umum                                           m. Kadaluarsa

d.Indikasi                                                        n. No. Registrasi

e.Kontra Indikasi                                            o.Label Peringatan 

f.Efek Samping                                               p.Harus Dengan Resep Dokter

g.Peringatan                                                    q. Logo Golongan Obat

h.Dosis                                                            r. Nama dan alamat pabrik

i.Penyimpanan

 j.Kemasan

Monday, 21 September 2020

MEMBUAT DISINFEKTAN BAG 2

 Assalamualaikum Wr. Wb..


Kali ini kita akan membahas lanjutan mengenai formula pembuatan disinfektan dimana diharapkan pembaca mampu memahami proses pembuatan disinfektan dan formulanya. Pada saat –saat ini masih konsen terhadap pencegahan penularan COVID-19 yah...mari kita terapkan hidup bersih dan terapkan aturan pemerintah soal physical distancing yah..

Dengan disinfeksi, setidaknya kita bisa melakukan pencegahan pandemi COVID-19, selain menjaga daya tahan tubuh dan melakukan physical distancing maka dari itu sangat penting sekarang untuk mempersiapkan atau menyediakan disinfektan di rumah masing- masing. Untuk mempermudah mendapatkan produk disinfektan karena semakin susah ditemukan di pasaran, ada baiknya kita membuat produk disinfektan sendiri. Bahan pembuatannya mudah didapat serta relatif murah dan proses pembuatannya pun mudah kok, bisa dengan peralatan dapur saja. Tapi perlu diingat buatnya jangan kebanyakan dan beli bahan disinfektan juga jangan banyak-banyak karena kita cuma membutuhkan sedikit saja dan supaya tidak terjadi kelangkaan di pasar ya..  

Untuk peralatannya kita bisa menggunakan gelas takar plastik, tutup obat cair yang ada takarnya, ataupun bisa menggunakan sendok takar obat. Jenis bahan disinfektan kimia bisa kita dapatkan dari produk yang biasa digunakan pada rumah tangga. Bahan aktif kimia disinfektan meliputi sodium hypoclorite dengan konsentrasi untuk disinfeksi sebesar 0,05-0,5%, benzalkonium klorid sebesar 0,05%, quaternary amonium sebesar 0,05%, chloroxylenol sebesar 0,12%, pine oil sebesar 0,23%, hidrogen peroksida sebesar 0,5%, dan etanol sebesar 62-71%.

Untuk membuatnya kita bisa encerkan agar mendapat konsentrasi yang tepat sesuai anjuran di atas. Maka dari itu berikut formula disifektan yang bisa kita buat dalam pembuatan 1 liter disinfektan:

chloroxylenol dengan konsentrasi sebesar 0,12%
chloroxylenol bisa kita dapatkan dari produk dettol antiseptic liquid sebanyak 25 mL lalu mencampurnya dengan air sebanyak 975 mL.

quaternary amonium dengan konsentrasi sebesar 0,05%,
quaternary amonium bisa kita dapatkan dari produk bratacare disinfectane concentrate sebanyak 10 mL lalu mencampurnya dengan air sebanyak 990 mL.

pine oil dengan konsentrasi sebesar 0,23%,
pine oil bisa kita dapatkan dari produk wipol pembersih lantai cemara sebanyak 95 mL lalu mencampurnya dengan air sebanyak 905 mL.

hidrogen peroksida dengan konsentrasi sebesar 0,5%,
hidrogen peroksida bisa kita dapatkan dari produk vanish sebanyak 100 mL lalu mencampurnya dengan air sebanyak 900 mL.

Agar diingat disinfektan ini hanya untuk digunakan untuk permukaan benda mati ya..bisa ditujukan untuk permukaan benda mati yang paling sering bersentuhan dengan tangan seperti keran air, kaca, gagang pintu, pegangan tangga, perabotan rumah, lantai, dll.

Perhatian: perhatikan tanggal kadaluarsa produknya ya sebelum digunakan dan jangan lupa menggunakan alat pelindung diri saat membuatnya. Direkomendasikan lama penyimpanan produk setelah dibuat cuma satu hari ya dan bisa disemprotkan sehari 2 kali, yaitu pagi hari dan sore hari.

Tidak lupa juga untuk tidak menyentuh benda mati yang telah disemprot disinfektan terlebih dahulu ya karena waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme adalah sekitar 30 sampai 60 detik.

Yang paling penting sekarang jaga jarak aman dengan orang lain minimal satu meter sesua anjuran pemerintah ya dan jaga kondisi kesehatan tubuh ya dengan rutin berolah raga, mengkonsumsi multivitamin atau berjemur sebentar di jam sekitar 10 pagi, istirahat yang cukup ..semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir dan kita semua selalu dilindung oleh Tuhan yang maha esa...Aamin. Terimakasih sudah membaca artikel ini semoga bermanfaat...