Saturday, 22 February 2020

BANGUNAN DAN SARANA PENUNJANG DALAM CPOB

Assalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my Course

Pada pertemuan ini kita akan membahas mengenai topik bangunan dan sarana penunjang dimana diharapkan pembaca mampu menjelaskan bangunan dan sarana penunjang dalam CPOB 
Pada kali ini akan dibahas :
  1. Aspek Umum bangunan dan fasilitas
  2. Prinsip
  3. Pembagian zona dalam industri
  4. Sarana penunjang




PRINSIP

Letak bangunan harus terhindar dari pencemaran lingkungan seperti pengaruh cuaca, banjir, rembesan dari tanah serta masuk dan bersarangnya serangga harus dirawat dengan tepat agar memperoleh perlindungan maksimal terhadap personil dan bahan-bahan pembuat obat.

Bangunan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki ukuran, rancang bangun, konstruksi serta letak yang memadai sehingga memudahkan dalam pelaksanaan kerja, pembersihan dan pemeliharaan yang baik, sehingga setiap resiko terjadinya kekeliruan, pencemaran silang dan berbagai kesalahan lain yang dapat menurunkan mutu oba dapat dihindarkan dan dikendalikan
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA RUANG INDUSTRI FARMASI
1. Kompatibilitas dengan kegiatan produksi lain yang mungkin dilakukan di dalam sarana yang sama atau sarana yang berdampingan.

2. Permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung.
3. Pipa saluran udara, listrik dipasang diatas langit-langit.
4. Lampu penerangan harus dipasang rata dengan langit-langit.
5. Tahan terhadap bahan pembersih.

6. Pencegahan area produksi dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas umum bagi personil dan bahan atau produk, atau sebagai tempat penyimpanan bahan atau produk selain yang sedang diproses.
Pada pembuatan sediaan obat farmasi industry bangunan terbagi dalam beberapa zona:
a.      Zona putih
·      Kelas 1 atau kelas 100
Tempat produksi sediaan steril yang aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
·           Kelas 1 atau kelas 100
Tempat produksi sediaan steril yang aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
·           Kelas 2 atau kelas 10.000
Tempat produksi sediaan steril yang non aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 10.000 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit.
b.      Zona abu – abu
·           Kelas 3 atau kelas 100.000
Tempat produksi sediaan steril yang non steril. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100.000 partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
c.      Zona Hitam
·           Kelas 4 atau kelas >100.000

Tempat produksi sediaan steril yang non produksi seperti kantor, kantin gudang, dan bengkel. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100.000 partikel yang berukuran 0,5 µm.



Mari berdiskusi dengan komentar di bawah ya..

14 comments:

  1. Dalam memilih lokasi bangunan hendaklah diperhatikan apakah ada sumber
    pencemaran yang berasal dari lingkungan. Sebaiknya dipilih lokasi di mana tidak ada risiko pencemaran lingkungan. Bila karena perubahan struktur tanah, atau perencanaan kota, lingkungan pabrik tidak dapat dihindarkan dari pencemaran hendaklah diambil tindakan. Mari berdiskusi bagaimana cara atau tindakan menurut anda untuk pencegahan bentuk cemaran dari udara, tanah, air tanah, cuaca, banjir, dan rembesan air ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk mencegah pencemaran udara yaitu dengan cara membuat permukaan ruangan kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, ruangan dibuat mudah dibersihkan dengan cara dinding dilapisi epoksi dan bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung

      Delete
    2. Dari diskusi kelompok 1 ( satu ) kami cara atau tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah cemaran adalah permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sujud dan tepi dinding dibuat melengkung, pipa saluran udara, listrik dipasang diatas langit - langit , lampu penerang harus dipasang rata dengan langit - langit, dan tahan terhadap bahan pembersih

      Delete
  2. Menurut diskusi kami membuat ruangan yg kedap air,tidak menberi sambubgan menghindari retakan,melapisi ruanagan dengan epoxy agar mudah di bersihkan serta membuat bagian sudut dan tepi dinding melengkung,pipa saluran udara dan listrik dipasang di atas langit - langit lampu penerangan di pasang dengan rata atau sejajar dengan langit",ruangan haru tahan terhadap bahan pembersih

    ReplyDelete
  3. Bagaimana untuk penanganan terhadap cemaran dari air tanahnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lantai harus dibuat dari beton padat dengan hardener,beton harus di lapisi,boleh menggunakan lembaran vinil,epoksi,granit tidak berpori ataupun ubin keramik

      Delete
    2. Menurut kelompok 3, penanganan terhadap cemaran air tanahnya yaitu:
      1. Menggunakan lantai yang terbuat dari beton padat dengan hardener ataupun bisa dengan beton yang dilapisi dengan lembaran vinil, epoksi, granit tidak berpori, atau ubin keramik
      2. Dindingnya perlu diperhatikan, yaitu dengan terbuat dari bata atau blok, beton padat yang permukaannya diplester halus dicat dengan poliakrilit, atau poliuretan atau epoksi.
      :)

      Delete
  4. Menurut kelompok 3, cara atau tindakan pencegahan yang harus dilakukan yaitu:
    1. Permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung
    2. Pipa saluran udara, listrik dipasang diatas langit-langit
    3. Lampu penerangan dipasang secara merata di langit-langit
    4. Tahan terhadap bahan pembersih
    :)

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. 1. Pembuatan kolam stabliisasi
    2. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
    3. Pengelolaan Excrexta (Human Excreta)
    4.Penghambatan pertumbuhan mikroba dengan cara berikut: – radiasi ultraviolet dalam sistem pemipaan; mempertahankan pemanasan sistem (pada suhu acuan > 65″C); sanitasi sistem secara berkala menggunakan air panas (pada suhu acuan >70″C) atau air panas superheated atau uap murni; dan sanitasi rutin secara kimiawi menggunakan ozon atau bahan kimia yang cocok.

    ReplyDelete
  8. Menurut kelompok 2 untuk mengatasinya dengan cara
    1.membuat kolam stabilisasi Hal ini dilakukan untuk menetralisir zat pencemar sebelum dialirkan ke sungai
    2.membuat instalasi pengolahan air limbah(ipal) disini pengolahan air limbah menggunakan alat kusus dengan 3 tahap yakni tahap pertama (primary), kedua (secondary) dan tahap lanjutan (tertiary)

    ReplyDelete
  9. Menurut kelompok 3, cara untuk membersihkan air tanah yang kurang bersih/sudah tercemar adalah dengan:
    Ada 2 cara untuk penanganan pencemaran tanah
    1. Remidiasi
    Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.

    Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
    2. Bioremediasi
    Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).
    :)

    ReplyDelete
  10. keren semua jawaban kalian..semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi semua pembaca..selamat

    ReplyDelete