Welcome to my Course
Pada pertemuan ini kita akan membahas mengenai topik bangunan dan sarana penunjang dimana diharapkan pembaca mampu menjelaskan bangunan dan sarana penunjang dalam CPOB
Pada kali ini akan dibahas :
- Aspek Umum bangunan dan fasilitas
- Prinsip
- Pembagian zona dalam industri
- Sarana penunjang
Letak
bangunan harus terhindar dari pencemaran lingkungan seperti pengaruh
cuaca,
banjir, rembesan dari tanah serta
masuk dan
bersarangnya serangga harus
dirawat dengan
tepat agar memperoleh
perlindungan maksimal
terhadap personil dan
bahan-bahan pembuat
obat.
Bangunan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki ukuran, rancang bangun, konstruksi serta letak yang memadai sehingga memudahkan dalam pelaksanaan kerja, pembersihan dan pemeliharaan yang baik, sehingga setiap resiko terjadinya kekeliruan, pencemaran silang dan berbagai kesalahan lain yang dapat menurunkan mutu oba dapat dihindarkan dan dikendalikan
Bangunan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki ukuran, rancang bangun, konstruksi serta letak yang memadai sehingga memudahkan dalam pelaksanaan kerja, pembersihan dan pemeliharaan yang baik, sehingga setiap resiko terjadinya kekeliruan, pencemaran silang dan berbagai kesalahan lain yang dapat menurunkan mutu oba dapat dihindarkan dan dikendalikan
HAL
YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA RUANG INDUSTRI
FARMASI
1. Kompatibilitas dengan
kegiatan produksi lain yang mungkin dilakukan di dalam sarana yang sama atau
sarana yang berdampingan.
2. Permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung.
2. Permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung.
3.
Pipa saluran udara, listrik dipasang diatas langit-langit.
4.
Lampu penerangan harus dipasang rata dengan langit-langit.
5.
Tahan terhadap bahan pembersih.
6. Pencegahan area produksi dimanfaatkan sebagai jalur lalu
lintas umum bagi personil dan bahan atau produk, atau sebagai tempat
penyimpanan bahan atau produk selain yang sedang diproses.
Pada pembuatan sediaan obat farmasi industry bangunan
terbagi dalam beberapa zona:
a.
Zona
putih
·
Kelas
1 atau kelas 100
Tempat produksi sediaan steril yang
aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100
partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
·
Kelas
1 atau kelas 100
Tempat produksi sediaan steril yang
aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100
partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
·
Kelas
2 atau kelas 10.000
Tempat produksi sediaan steril yang non
aseptis. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 10.000
partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit.
b.
Zona
abu – abu
·
Kelas
3 atau kelas 100.000
Tempat produksi sediaan steril yang non
steril. Syarat bangunan maksimum dalam satu kaki kubik udara terdapat 100.000
partikel yang berukuran 0,5 µm. sistem pendukung menggunakan air handling unit
c.
Zona
Hitam
·
Kelas
4 atau kelas >100.000
Tempat produksi sediaan steril yang non
produksi seperti kantor, kantin gudang, dan bengkel. Syarat bangunan maksimum
dalam satu kaki kubik udara terdapat 100.000 partikel yang berukuran 0,5 µm.
Mari berdiskusi dengan komentar di bawah ya..

Dalam memilih lokasi bangunan hendaklah diperhatikan apakah ada sumber
ReplyDeletepencemaran yang berasal dari lingkungan. Sebaiknya dipilih lokasi di mana tidak ada risiko pencemaran lingkungan. Bila karena perubahan struktur tanah, atau perencanaan kota, lingkungan pabrik tidak dapat dihindarkan dari pencemaran hendaklah diambil tindakan. Mari berdiskusi bagaimana cara atau tindakan menurut anda untuk pencegahan bentuk cemaran dari udara, tanah, air tanah, cuaca, banjir, dan rembesan air ?
untuk mencegah pencemaran udara yaitu dengan cara membuat permukaan ruangan kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, ruangan dibuat mudah dibersihkan dengan cara dinding dilapisi epoksi dan bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung
DeleteDari diskusi kelompok 1 ( satu ) kami cara atau tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah cemaran adalah permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sujud dan tepi dinding dibuat melengkung, pipa saluran udara, listrik dipasang diatas langit - langit , lampu penerang harus dipasang rata dengan langit - langit, dan tahan terhadap bahan pembersih
DeleteMenurut diskusi kami membuat ruangan yg kedap air,tidak menberi sambubgan menghindari retakan,melapisi ruanagan dengan epoxy agar mudah di bersihkan serta membuat bagian sudut dan tepi dinding melengkung,pipa saluran udara dan listrik dipasang di atas langit - langit lampu penerangan di pasang dengan rata atau sejajar dengan langit",ruangan haru tahan terhadap bahan pembersih
ReplyDeleteBagaimana untuk penanganan terhadap cemaran dari air tanahnya?
ReplyDeleteLantai harus dibuat dari beton padat dengan hardener,beton harus di lapisi,boleh menggunakan lembaran vinil,epoksi,granit tidak berpori ataupun ubin keramik
DeleteMenurut kelompok 3, penanganan terhadap cemaran air tanahnya yaitu:
Delete1. Menggunakan lantai yang terbuat dari beton padat dengan hardener ataupun bisa dengan beton yang dilapisi dengan lembaran vinil, epoksi, granit tidak berpori, atau ubin keramik
2. Dindingnya perlu diperhatikan, yaitu dengan terbuat dari bata atau blok, beton padat yang permukaannya diplester halus dicat dengan poliakrilit, atau poliuretan atau epoksi.
:)
Menurut kelompok 3, cara atau tindakan pencegahan yang harus dilakukan yaitu:
ReplyDelete1. Permukaan ruangan harus kedap air, tidak terdapat sambungan atau retakan, tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba, mudah dibersihkan, bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung
2. Pipa saluran udara, listrik dipasang diatas langit-langit
3. Lampu penerangan dipasang secara merata di langit-langit
4. Tahan terhadap bahan pembersih
:)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete1. Pembuatan kolam stabliisasi
ReplyDelete2. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
3. Pengelolaan Excrexta (Human Excreta)
4.Penghambatan pertumbuhan mikroba dengan cara berikut: – radiasi ultraviolet dalam sistem pemipaan; mempertahankan pemanasan sistem (pada suhu acuan > 65″C); sanitasi sistem secara berkala menggunakan air panas (pada suhu acuan >70″C) atau air panas superheated atau uap murni; dan sanitasi rutin secara kimiawi menggunakan ozon atau bahan kimia yang cocok.
Menurut kelompok 2 untuk mengatasinya dengan cara
ReplyDelete1.membuat kolam stabilisasi Hal ini dilakukan untuk menetralisir zat pencemar sebelum dialirkan ke sungai
2.membuat instalasi pengolahan air limbah(ipal) disini pengolahan air limbah menggunakan alat kusus dengan 3 tahap yakni tahap pertama (primary), kedua (secondary) dan tahap lanjutan (tertiary)
Menurut kelompok 3, cara untuk membersihkan air tanah yang kurang bersih/sudah tercemar adalah dengan:
ReplyDeleteAda 2 cara untuk penanganan pencemaran tanah
1. Remidiasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
2. Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).
:)
keren semua jawaban kalian..semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi semua pembaca..selamat
ReplyDelete