Assalamualaikum Wr. Wb..
Welcome to my Course
Pada kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai sistem
penghantaran tablet Sustained Release dimana diharapkan pembaca mampu
memahami apa itu tablet Sustained Release dan bagaimana sistem pelepasannya.
a. Matriks lilin meliputi lilin
karnauba, fatty alcohol, gliserol
palmitostearat, stearil alkohol, aluminium monostearat, dan gliserol
monostearat. Bahan ini dapat digunakan sendiri atau kombinasi dengan polimer hidrofilik.
b. Ion-exhange
resins merupakan
resin polimerik yang taut silang (crosslinked
polymeric resins) yang membentuk kompleks dengan obat- obat yang bermuatan berlawanan.
c. Polimer yang larut dalam air
yang membentuk matriks yang inert meliputi etil selulosa, metilakrilat,
metilmetakrilat, dan polivinil asetat.
d. Polimer yang digunakan dalam
formulasi matriks hidrofilik meliputi hidroksipropilmetilselulosa, natrium
karboksimetilselulosa, natrium alginat, kitosan, karbomer, dan karagenan.
Pelepasan Obat dari Matriks
Kinetika pelepasan obat dapat dipengaruhi oleh
banyak faktor seperti pengembangan polimer, erosi polimer, kelarutan obat atau
karakteristik difusi, distribusi obat dalam matriks, perbandingan obat dan
polimer dan sistem geometri dari matriks (silinder maupun bulat). Selama
mengalami sentuhan dengan cairan (air atau media fisiologis), polimer matriks
mengembang dan pelarutan obat dapat terjadi. Seketika setelah konsentrasi
pelarut di sekitarnya melebihi ambang batas, ikatan polimerik terlepas sehingga
terjadi perubahan polimer dari bentuk seperti kaca ke bentuk seperti karet
menghasilkan peningkatan yang besar terhadap mobilitas rantai-rantai polimer
sehingga lubang-lubang jaring polimer bertambah besar dan obat tersebut dapat
larut dan berdifusi melalui lapisan gel. Secara singkat pelepasan obat dari sistem
matriks dapat diamati dari tiga bidang utama yang muncul selama proses
penglepasan yaitu bidang yang terkikis, bidang yang mengembang dan bidang yang
mengalami difusi.
Obat terdispersi dalam polimer (seperti kaca)
dalam sistem pelepasan yang dikontrol oleh pengembangan. Polimer kontak dengan
cairan lambung dan mengembang, namun obat belum berdifusi keluar polimer.
Setelah medium masuk kedalam polimer yang seperti kaca, temperatur
transisi kaca menjadi lebih rendah disebabkan relaksasi dari rantai polimer
sehingga obat dapat keluar dari polimer yang seperti karet.
Pengamatan Kinetika
Pelepasan Obat yang Lambat (Sustained
Release)
Metode
dari pengamatan kinetika pelepasan obat dari
suatu formulasi dapat
berdasarkan persamaan matematika. Model matematika yang berbeda dapat diaplikasikan untuk mendeksripsikan kinetika
proses pelepasan obat. Kinetika pelepasan obat dapat ditentukan dengan menemukan hasil yang sesuai
dari data pelepasan obat secara berturut-turut ke dalam plot persamaan model orde nol, orde satu, Higuchi dan Korsmeyer-Peppas.
a.
Orde nol
Disolusi obat dari bentuk sediaan lepas lambat
idealnya mengikuti kinetika orde nol yaitu pelepasan obatnya konstan dari awal
sampai akhir (Dash, dkk.2010). Orde nol menjelaskan sistem yang mana kecepatan pelepasan
obat tidak tergantung kepada konsentrasi. Pelepasan obat yang mengikuti
kinetika orde nol terjadi melalui mekanisme erosi.
Qt = Q0+K0t
Keterangan:
Ot = jumlah obat yang terlarut dalam waktu t
Q0 = jumlah obat mula-mula dalam larutan biasanya (Q0=0)
K0 = konstanta pelepasan orde nol
Dalam model ini plot persen obat yang terlepas versus waktu adalah
linear.
b.
Orde satu
Orde satu menguraikan sistem yang mana kecepatan
pelepasan obat tergantung kepada konsentrasi. Pelepasan obat yang mengikuti
kinetika orde satu dapat dinyatakan dalam persamaan:
dC/dt = -Kc
Keterangan : K adalah konstanta kecepatan orde
ke satu (menit-1) Persamaan dapat dibuat menjadi :
Log C = Log Co-Kt/2,303
Persamaan orde satu diperoleh dari plot log
persen kumulatif obat terdisolusi versus waktu yang akan memberikan garis lurus
dengan slope – K/2,303.
Persamaan orde satu diperoleh dari plot log persen
kumulatif terdisolusi versus waktu. Ini dapat digunakan untuk menguraikan
disolusi obat dari beberapa sediaan yang dimodifikasi pelepasannya seperti
sistem transdermal, tablet matriks dengan obat yang lambat larut dalam bentuk
disalut, dan lain-lain.
c.
Model Higuchi
Higuchi menguraikan sistem pelepasan obat dari
matriks yang tidak larut dalam air sebagai proses yang tergantung kepada akar
waktu berdasarkan persamaan difusi Fickian
Qt = KH.t .½ Keterangan :
Qt =
jumlah obat yang terlepas pada waktu t (mg) KH = konstanta kecepatan Higuchi (menit-½)
Data disolusi in vitro di plot sebagai akar
waktu versus persen kumulatif obat. Beberapa kondisi percobaan yang mekanisme
pelepasan obatnya menyimpang dari persamaan Fickian
berarti mengikuti pelepasan non-Fickian.
Pelepasan obat dari matriks bentuk granul meliputi
penetrasi secara simultan dari cairan di sekeliling, disolusi obat, pengeluaran
obat melalui pori.
d.
Model
Korsmeyer-Peppas (Power Law)
Model Korsmeyer-Peppas dapat ditunjukkan
melalui persamaan : Mt/M∞
= Ktn
Keterangan :
Mt/M∞ = jumlah obat yang
dilepaskan pada waktu t K = konstanta laju pelepasan
n =
eksponen pelepasan
Data disolusi in vitro di plot sebagai log %
kumulatif obat versus log waktu untuk membuat grafik Korsmeyer-Peppas.
Persamaan dapat juga ditulis dalam logaritma
yaitu: Log Mt/M∞ = n log t + log k
Kalau ada yang mau ditanyakan atau
didiskusikan bisa langsung komentar di bawah ya..terima kasih




