Welcome to my Course
Pada kali ini kita akan membahas mengenai sediaan padat farmasi yaitu pencampuran, dimana diharapkan pembaca mampu menjelaskan dan memahami apa itu pencampuran, bagaimana prosesnya dan apa saja alat yang digunakan.
Mari berdiskusi dengan komentar di bawah ya..
PENCAMPURAN
Pencampuran digunakan untuk menghasilkan
distribusi dari dua atau lebih bahan bercampur serata mungkin atau homogen. Pencampuran pada zat padat misalnya serbuk atau granul dilakukan dengan kombinasi satu atau lebih bahan padat. Mekanisme pencampuran
bahan padat meliputi pencampuran konvektif, pencampuran shear dan pencampuran
difusiv. Suatu pencampuran bahan padat dalam skala industri dilakukan dengan
menggunakan alat pencampur ribbon, V, kerucut ganda dan kubus.
Pada industri, mesin merupakan peralatan yang digunakan sangatlah penting dimana mesin-mesin tersebut menentukan kualitas dan efisiensi suatu industri. Untuk dapat bersaing dalam pemasaran produk, dan untuk dapat
memperoleh keuntungan yang layak, industri harus bekerja secara efekif dan
efisien. Cara kerja demikian hanya dapat dicapai bila industri tersebut
didukung oleh sistem manajemen yang baik dan juga bantuan mesin dan alat
penunjang produksi yang tepat.
Pencampuran merupakan suatu proses yang penting
dilakukan dalam proses produksi di industri, bahkan mesin pencampur ditemukan di hampir semua
industri pengolahan pangan maupun non pangan mulai dari pencampuran yang
sederhana sampai pencampuran yang rumit seperti pada industri farmasi. Mesin
pencampur dapat digolongkan dalam kategori mesin pengolah dalam suatu industri
yang menunjang proses pengolahan bahan menjadi produk.
Tujuan proses pencampuran adalah menggabungkan bahan
menjadi suatu campuran yang sedapat mungkin memiliki kesamaan penyebaran yang
sempurna atau homogen. Berhubung secara fisik bahan-bahan yang ada di alam tersedia dalam
berbagai bentuk fasa, maka secara teoritis banyak sekali variasi pencampuran
bahan yang mungkin timbul. Karena adanya kesamaan dalam beberapa hal maka
secara sederhana berbagai jenis pencampuran bahan itu dapat dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu: pengadukan pada bahan cair termasuk suspensi bahan padat
didalamnya, pencampuran bahan bersifat viskous dan pencampuran bahan partikel
padat. Dalam artikel ini difokuskan pada pencampuran bahan padat.
Tahapan pencampuran termasuk kedalam proses yang
diperlukan dalam proses pembuatan sediaan farmasi atau obat. Proses pencampuran digunakan untuk
menghasilkan distribusi dari dua atau lebih bahan, sehomogen mungkin. Proses
utama pada pencampuran adalah penyisipan antar partikel jenis yang satu
diantara partikel jenis yang lain (atau beberapa jenis bahan yang lain).
Jika tidak ada perbedaan homogenitas di setiap lokasi (biasanya bagian atas , tengah, dan bawah) dalam pencampur, maka diperoleh apa yang disebut homogenitas stokhastis
(pencampuran random, homogenitas campuran secara kebetulan). Tingkat
pencampuran umumnya, tergantung dari lamanya waktu pencampuran. Tapi, pada proses pencampuran yang lama juga tidak menjamin tercapainya homogenitas yang ideal, karena
proses pencampuran dan pemisahan akan saling bersaing mendominasi sehingga dibutuhkan lama pencampuran yang optimum.
Pada proses pencampuran granul atau serbuk besar kecilnya partikel
dan distribusi ukuran partikel penting karena sangat menetukan besarnya gaya,
gravitasi, dan inersial yang dapat menyebabkan gerakan relatif antar partikel
terhadap gaya permukaan yang menahan gerakan tersebut. Karena akibat gaya
antarpartikel yang tinggi, jika dibandingkan dengan gaya gravitasi, hanya
sedikit serbuk yang ukuran partikelnya kurang dari 10
mikron yang dapat mengalir bebas. Kerapatan partikel, elastisitas, keadaan permukaan, dan bentuk juga memberikan pengaruh pada sifat-sifat serbuk.
Dari semua ini, bentuk partikel merupakan variabel yang paling sulit untuk digambarkan,
dan biasanya dinyatakan dengan kuantitas skalar yang dikenal dengan faktor
bentuk.
Pada proses pembuatan suatu produk yang siap untuk
diperjualkan dan pada proses produk setengah jadi, seringkali granul atau serbuk harus dicampurkan dengan sejumlah kecil cairan. Hal ini dapat terbentuk padatan yang lembab atau campuran yang sangat kental seperti pasta atau
adonan. Seringkali kita juga harus menambahkan cairan ke dalam pasta, adonan atau
massa yang plastis tersebut. Contoh :
a.Mencampur serbuk dengan cairan untuk membuat
butiran-butiran (granulat)
b.Mencampur pasta pada proses produksi sediaan farmasi dan kosmetik dengan bahan-bahan aktif.
c.Mencampur masa sintetik yang plastis dengan bahan pelunak, stabilisator, bahan pewarna.
b.Mencampur pasta pada proses produksi sediaan farmasi dan kosmetik dengan bahan-bahan aktif.
c.Mencampur masa sintetik yang plastis dengan bahan pelunak, stabilisator, bahan pewarna.
Peralatan yang biasa
digunakan dalam pencampuran yaitu :
1.
Pencampur V
Mixer tipe V merupakan salah satu jenis mixer yang
biasa dipakai dalam proses pencampuran solid-solid karena memiliki beberapa
keuntungan antara lain bentuk sederhana, mudah dibersihkan, dan memiliki
kapasitas besar. Faktor- faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pencampuran adalah
kecepatan putar mixer, lamanya pencampuran dan besar kecilnya partikel.
2. Pencampur ribbon
Ribbon mixers adalah alat pencampuran industri. Pada
dasarnya terdiri dari palung berbentuk casing dengan bawah berbentuk setengah
lingkaran, dipasang dengan horisontal longitudinal batang yang sudah terpasang
pada lengan.
2.
Pencampur kerucut
ganda
Alat pencampuran ini terdiri dari dua kerucut yang
berputar pada porosnya. Tapi pencampuran tipe kerucut ganda ini memerlukan energi dan tenaga yang
lebih besar. Makanya, diperhatikan yah pembaca jangan sampai energi yang dikonsumsi
diubah menjadi energi panas yang menyebabkan meningkatnya temperatur
dari produk. Jenis alat pencampur adonan ini kadang-kadang harus dilengkapi
dengan alat pendingin
Alat pencampur granula yang umum ditemui adalah
kneader yang berbentuk sigmoid yang berputar di dalam satu “can” atau “vessel”
dengan berbagai kecepatan. Prinsip dari alat ini adalah disamping mencampur
juga membuat adonan yaitu membagi, mematahkan, dan selalu membuat luas
permukaan yang baru sesering mungkin terhadap adonan.
Mari berdiskusi dengan komentar di bawah ya..




