I. PENDAHULUAN
I.1Diare
Diare adalah frekuensi dan likuiditas
buang air besar (BAB) yang abnormal. Frekuensi dan konsistensi BAB bervariasi
dalam dan antar individu. Sebagai contoh, beberapa individu defekasi tiga kali
sehari, sedangkan yang lainnya hanya dua atau tiga kali sehari.
(ISO farmakoterapi,
halaman 349)
I.2. Definisi
Sediaan
Suspensi adalah sediaan cair yang
mengandung partikel padat tidak larut yangterdispersi dalam fase cair ( Farmakope
Indonesia IV. 1995, hal 17). Suspensi ini dibagi menjadi tiga antara lain :
Suspensi oral, suspensi topikal dan suspensi otic. (USP XXVII, 2004, hal 2587).
Suspensi Oral adalah sediaan cair
mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan
pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk penggunaan oral (Farmakope Indonesia
IV, 1995, hlm 18). Zat yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat
mengendap. Jika dikocok perlahan-lahan harus segera terdispersi
kembali. Dapat mengandung zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi.
Kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan
dituang. (Farmakope Indonesia, edisi III, Hal32)
1.2.1Kelebihan
dan Kelemahan Bentuk Sediaan Suspensi
Kelebihan:
1. Bentuk cair lebih disukai daripada
bentuk padat, karena mudahnya menelan cairan, terutama untuk anak-anak dan
manula.
2. Mengurangi penguraian zat aktif yang
tidak stabil dalam air.
3. Homogenitas tinggi
4. Lebih mudah diabsorpsi daripada
tablet/kapsul.
5. Ketepatan dalam pemberian dosis :
mudah untuk memberikan dosis yang relatif sangat besar dan mudah diatur
penyesuaian dosisnya untuk anak-anak.
6. Kerugian dari obat tertentu yang
mempunyai rasa tidak enak bila diberikan dalam bentuk larutan akan tidak
terasa bila diberikan sebagai partikel yang tidak larut dalam suspensi
(Ansel, hal 355)
Kekurangan :
1.Kestabilan rendah
2.Jika membentuk “cacking” akan sulit
terdispersi kembalisehingga homogenitasnya turun.
3.Alirannya menyebabkan sukar dituang
4.Ketepatan dosis lebih rendah daripada
bentuk sediaan larutan.
5.Pada saat
penyimpanan, kemungkinan terjadi perubahansistem dispersi (cacking, flokulasi,
deflokulasi) terutama bila terjadi perubahan temperatur
(Ansel, hal 356)
1.2.2Syarat
Suspensi
Syarat – syarat suspensi tersebut terdiri dari :
1.Zat terdispersi harus halus dan tidak
boleh mengendap
2.Jika dikocok, harus segera
terdispersi kembali
3.Dapat mengandung zat tambahan untuk
menjamin stabilitas suspensi
4.Kekentalan suspensi tidak boleh
terlalu tinggi agar sediaan mudahdikocok dan dituang.
5.Karakteristik
suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran partikeldari suspensoid tetap
agak konstan untuk yang lama pada penyimpanan
(Ansel, 356)
II. FORMULA
II.1Formula
umum
Formula umum dari bentuk sediaan suspensi terdiri dari :
1.Zat berkhasiat
2. Zat Pembawa, yang terdiri atas:
a.Zat pembawa, contoh
: air, sirup
b.Zat
pensuspensi/pelarut(Suspending agent)
Contoh : Na-CMC, Gom
Arab, HPMC
c.Zat perasa/ pemanis
Contoh pemanis alami:
sukrosa, fruktosapemanis buatan Na-siklamat, sakarin, aspartam
d.Zat pengaroma
contoh : rasberry
e.Zat pengawet
contoh : Metil /
propel paraben
(The Science of Dosage Form Design, ulton,
275-276;Excipients,95, 97, 112, 283, 287, 289, 386, 108, 110;Pharmaceutical
Practise, Aulton, 101)
2.2Formula Baku
·
Suspensi Neo Kaolana
(ISO Vol 43, 2008, hal: 383)
Tiap 15 ml mengandung:
Kaolin 700 mg
Pektin 66 mg
Zat tambahan lain yang
cocok
·
Suspensi Kaolin Pektin
(Drug Formulation Manual, hal 400)
Tiap 30 ml mengandung
:
Kaolin 6 g
Pektin 130 mg
Batch size : 800 L
13120 botol @ 60 ml
Metyl paraben 640 g
Propil paraben 160 g
Veegum 4,8 g
Kaolin Light 160 Kg
Pectin 3,46 Kg
CMC Na 16,00 Kg
Na sakarin 8080 g
Oil peppermint qs
·
Suspensi Neo Kaominal
(ISO Vol 40, 2005, hal: 367)
Tiap 5 ml mengandung:
Kaolin 700 mg
Pektin 66 mg



