2.3Zat Aktif
2.3.1.Kaolin (Kaolinum Levis)
1.Monografi
Pemerian :Serbuk,
putih, ringan, tidak mengandung butiran kasar,tidak atau hampir tidak berbau. (FI
ed IV, hal 483)
2.Sifat Fisika dan
Kimia
Kelarutan : Praktis
tidak larut dalam air dan dalam asam mineral.
(FI
ed IV, hal 483)
2.3.2.Pektin (Pectinum)
1.Monografi
Pemerian : Serbuk kasar atau halus,
berwarna putih kekuningan, hampir tidak berbau, mempunyai rasa mucilage. (FI ed IV, hal 654)
2.Sifat Fisika dan
Kimia
Kelarutan :Hampir larut sempurna dalam
20 bagian air, membentuk cairan kental, opalesen, larutan koloidal, mudah
dituang dan bersifat asam terhadap lakmus, praktis tidak larut dalam
etanol atau pelarut organik lainnya. Pektin larut dalam air lebih cepat
jika permukaan dibasahi dengan etanol, dengan gliserin, atau dengan
sirupus simpleks, atau jika permukaan dicampur dengan 3 bagian atau lebih
sukrosa. (FI ed IV, hal 654)
3.Stabilitas
Disimpan dalam wadah
tertutup rapat.
2.4 Zat
Tambahan :
a.CMC Na
Kelarutan :Larut dalam air (pada semua
temperatur), memberikan larutan jernih, praktis tidak larut dalam pelarut
organik.
pH : 1 % larutan dalam air mempunyai pH
6 – 8,5. Stabil pada range pH 5 – 10. Viskositas musilago CMC Na menurun
drastis pada pH < 5atau pH > 10. Musilago lebih peka terhadap perubahan
pH dari pada metilselulosa.
Stabilitas : terhadap panas, CMC Na
dapat disterilisasi dalam keadaan kering dengan mempertahankan suhu pada 160o
C selama 1 jam, tetapi akan terjadi penurunan viskositas secara perlahan-lahan
dan sifat-sifat larutan yang dibuat dari bahan yang telah disterilkan memburuk.
Kegunaan : CMC Na digunakan untuk
suspending agent dalam sediaan cair (pelarut air) yang ditujukan untuk
pemakaian eksternal, oral atau parenteral. Juga dapat digunakan untuk penstabil
emulsi dan untuk melarutkan endapan yang terbentuk bila tinctur ber-resin
ditambahkanke dalam air. Untuk tujuan-tujuan ini 0,25 % - 1 % atau 0,5 % - 2
%CMC Na dengan derajat viskositas medium umumnya mencukupi.
( Martindale 28th,
950-951)
b.Metil Paraben
Pemerian : Hablur kecil, tidak berwarna
atau serbuk hablur putih, tidak berbau/berbau khas lemah. Penggunaan
larutan oral : 0,015- 2 %. Kompatibilitas : aktivitas menurun dengan adanya
surfaktan
(HOPE, hal 310,312).
2.5 Farmakologi
Kaolin dan pektin
Kaolin dan pectin merupakan obat
antidiare golongan adsorben yaitu dengan mengadsopsi bakteri, toksin dan gas
dalam saluran cerna tetapi daya jerat (adsorpsi) tidak spesifik sehingga
obat-obatan, nutrient dan enzim dalam saluran
cerna akan dijerat pula.
(Ganiswara, 2005, hal:
829).
1.Mekanisme Kerja
Kaolin dan pektin
memiliki mekanisme kerja mengadsorpsi senyawa toksin dan bakteri dalam kolon
saluran pencernaan. (Katzung
edisi 6, 1998, hal: 996)
2.Penggunaan
Obat ini digunakan
sebagai antidiare golongan adsorben (penjerat).
(Ganiswara, 2005, hal: 515). Pengobatan
untuk meringankan gejala diare dan pengobatan colitisulseratif kronik. (ISO Farmakoterapi, 2005, hal: 351)
3. Efek Samping,
Kontra Indikasi dan Interaksi Obat. Efek
samping: Konstipasi, diare, dan pusing ringan. (ISO
Vol 43, hal: 383).
Kontra Indikasi :
Hipersensitif , jangan diberikan kepada
penderita dimaana konstipasi harus dihindar.
(ISO Vol 43, Hal 383).
Interaksi Obat :
Pemberian secara
bersama kaolin dan pectin dengan obat-obat lain dapat mempengaruhi absorpsi
dari obat-obat lain. (Katzung
edisi 6, 1998, hal: 995)
4.Dosis
Dewasa adalah 2 sendok makan, maksimum
12 sendok makan sehari
Anak-anak : Di atas umur 12 tahun :2 sendok makan, maksimum 8 sendok makan sehari.
Antara 6-12 tahun : 1 sendok makan, maksimum 6
sendok makan sehari.
Pemberian setiap kali sesudah buang air besar. (ISO volume 40,
2005, hal 367)


